Tiga Level Hafidz, Kamu Yang Mana?

Pengahafal al-Quran atau hafidz adalah predikat yang mulia. Tapi tahukah kamu bahwa tidak semua hafidz itu sama. Tapi setidaknya ada tiga level. Pertama, seorang penghafal yang dzalimun li nafsih. Ini merupakan para penghafal Al-Qur’an yang paling rendah derajatnya. Kenapa rendah?, tidak lain karena ia dzalim terhadap diri sendiri. Dzalim disini bisa berbentuk banyak hal, misalnya dengan melalaikan dan tidak menjaga hafalannya, atau bisa juga dengan melakukan tindakan maksiat.
Kedua, seorang penghafal yang muqtashid. Ialah para penghafal Al-qur’an sedang-sedang saja alias standar. Ia tidak melalaikan hafalannya, juga tidak mengotori hafalannya dengan melakukan tindakan maksiat. Seorang santri hafidz sejati, seharusnya minimal masuk dalam kategori ini, jangan sampai ia malah terjerumus ke golongan yang pertama.
Ketiga, seorang penghafal yang sabiqun bil khairat. Mereka ialah penghafal yang tidak hanya berhasil konsisten dan komitmen untuk menjaga hafalannya tetapi juga berhasil menempa dirinya untuk berkecimpung dalam samudra pemahaman al-Qur’an yang sangat luas. Dari pemahaman yang ia peroleh tersebut kemudian ia implementasikan dalam tindakan nyata sehingga ia tidak hanya menjadi sholih untuk dirinya sendiri melainkan juga menebar kemanfaatan kepada sesama.
Di MTs Al-ikhlas Berbah, para siswa yang sekaligus santri, akan ditempa sedemikian rupa untuk menjadi golongan ketiga ini. Dengan bimbingan dari ustadz-ustadzah yang kompeten, profesional, dan berdedikasi, santri tidak hanya akan menjadi pengahafal yang level kedua, apalagi sampai level pertama, tapi mereka akan dididik menjadi hafidz-hafidzah sejati, yakni para penghafal al-Qur’an yang matang hafalannya serta luas pemahaman akan kandungannya.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *